About

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 12 April 2012

Lirik dan Kunci Gitar lagu Adele Someone like you

Adele - Someone like you G i heard D that you'll settle down Em that you've found a girl C and you're married now G i heard D that your dreams came true Em guess she gave you things C i didn't give to you G old friend D why are you so shy Em it ain't like you to hold back C or hide from the light Am C i hate to turn up out of the blue uninvited Em D but i couldn't stay away, i couldn't fight it Am C i'd hoped you'd see my face and that you'd be reminded Em D that for me it isn't over G never mind D Em C i'll find someone like you G D Em C i wish nothing but the best for you too G don't forget me D i beg Em C i remember you said G sometimes it lasts in love D Em C but sometimes it hurts instead G sometimes it lasts in love D Em C but sometimes it hurts instead [ Tab from: http://www.guitaretab.com/a/adele/255305.html ] G you'd know D how the time flies Em only yesterday C was the time of our lives G we were born and raised D in a summer haze Em bound by the surprise C of our glory days Am C i hate to turn up out of the blue uninvited Em D but i couldn't stay away, i couldn't fight it Am C i'd hoped you'd see my face and that you'd be reminded Em D C D that for me it isn't over yet G never mind D Em C i'll find someone like you G D Em C i wish nothing but the best for you too G don't forget me D i beg Em C i remember you said G sometimes it lasts in love D Em C but sometimes it hurts instead Am nothing compares C Em no worries, okays, regrets and mistakes D they're memories made Am who would have known C Em D C D how bittersweet this would taste G never mind D Em C i'll find someone like you G D Em C i wish nothing but the best for you too G don't forget me D i beg Em C i remember you said G sometimes it lasts in love D Em C but sometimes it hurts instead G sometimes it lasts in love D Em C but sometimes it hurts instead

Minggu, 08 April 2012

keong racun versi ke 2


Minggu, 01 April 2012

Kumpulan soal makroekonomi berserta pembahasannya

SOAL HITUNGAN EKONOMI MAKRO
LATIHAN MEMBUAT SOAL EKONOMI MAKRO 1

1. Tingkat Pertumbuhan Ekonomi

SOAL:
Suatu Negara pada tahun 2008 Product National Bruto (PNB) rill bernilai 145 triliun rupiah dan meningkat menjadi 151 triliun rupiah. Berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009?

JAWAB:

Rumus: PNB (peningkatan) – PNB (rill) x 100%
PNB (rill)

@. 151 triliun -145 triliun x 100% = 4 %
145 triliun

@. Tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2009 yaitu sebesar 4 %


2. Tingkat Pertambahan Kemakmuran

SOAL:
Pada tahun 2008 penduduk 14 juta dan meningkat menjadi 14,2 juta pada tahun 2009.
Berapakah kelajuan pertambahan kemakmurannya?

JAWAB:

Rumus: PNB (rill) = …
Jumlah Penduduk Th. 2008

@. (a) 145 triliun = 10,3571 juta (tingkat perkapita tahun 2008)
14 juta

Rumus: PNB (peningkatan) = …
Jumlah Penduduk Th. 2009

@. (b) 151 triliun = 10,6338 juta (tingkat perkapita tahun 2009)
14,2 juta

Rumus: Tingkat Perkapita Th. 2009 x 100% = …
Tingkat Perkapita Th. 2008

@. (c). 10,6338 juta – 10,3571 juta x 100% = 0,02 %
10,3571 juta
0,02 % (pertambahan perkapita tahun 2009)

3. Perhitungan Tenaga Kerja dan Pengangguran

SOAL:
Dalam suatu perekonomian yang tergolong sebagai penduduk usia kerja berjumlah 12.891.761 orang, tetapi hanya 7.124.458 orang angkatan kerja. Di antara angkatan kerja tersebut sebanyak 5.528.571 orang yang mempunyai pekerjaan. Berdasarkan data di atas, berapakah tingkat partisipasi angkatan kerja dan pengangguran?

JAWAB:
(a). Tingkat Partisipasi Kerja

Rumus: Angkatan Kerja x 100% = …
Jumlah Penduduk Usia Kerja

@. 7.124.458 x 100% = 0,55%
12.891.761

(b). Jumlah Pengangguran

Rumus: Jumlah Angkatan Kerja – Jumlah Yang Mempunyai Pekerjaan = …

@. 7.124.458 - 5.528.571 = 1.595.887

Apabila diketahui jumlah pengangguran dan angkatan kerja tingkat pengangguran dalam suatu tertentu dapat ditentukan. Berdasarkan hasil data di atas, tingkat presentasi pengangguran adalah;

Rumus: Jumlah Pengangguran x 100% = …
Jumlah Angkan Kerja

@. 1.595.887 x 100% = 0,22 %
7.124.458

4. Perhitungan Indeks Harga

Kenaikan harga-harga yang berlaku dari suatu waktu ke waktu lainnya tidak berlaku secara seragam (merata). Kenaikan harga biasanya berlaku ke atas, tetapi kenaikannya itu berbeda-beda. Jadi yang menyebabkan Indeks Harga adalah: tingkat perubahan harga yang berlaku di suatu Negara.

Tiga (3) langkah yang diperlukan dalam membuat Indeks Harga:
1. Memilih Tahun Dasar
Yaitu tahun yang menjadi titik tolak dalam membandingkan harga.

2. Menentukan jenis-jenis bahan yang perubahan harga-harganya akan diamati untuk
membentuk Indeks Harga.

3. Menghitung Indeks Harga.
Contoh sederhana menghitung Indeks Harga konsumen.

Tahun Dasar (1999) Tahun 2005
Kelompok
Barang Weight Stage (nilai kepentingan relatif) Harga
(rupiah) Harga X
Weight Stage Harga
(rupiah) Harga X
Weight Stage
A 45 2.000 90.000 3.000 135.000
B 25 4.000 100.000 10.000 250.000
C 10 6.000 60.000 15.000 150.000
D 20 1.000 20.000 9.000 180.000

Jumlah
100

270.000
715.000

Weight Stage (nilai kepentingan relative) yaitu:
Setiap kelompok barang yang dikonsumsi di masyarakat.

Berapa Indeks Harga (IH) 2005 ?

Rumus: Indeks Harga 2003 = Jumlah Harga x Weight Stage 2005 x Weight Stage
Jumlah Harga x Weight Stage 1999
JAWAB:

IH 2003 = 715.000 x 100 = 264
270.000

IH 2003 = 264 x 100 % = 2,6 %

Indeks Harga pada tahun dasar yaitu tahun 1999 adalah 100. dengan demikian di antara tahun dan tahun 2005 harga telah meningkat menjadi 264 atau dua kali lipat dari harga dasar.

5. Menentukan Tingkat Inflasi

Tingkat Inflasi ditentukan untuk menggambarkan perubahan harga dari tahun ke tahun lainnya.
Misalkan pada akhir tahun 2004 Indeks Harga konsumen 225 dan pada akhir tahun 2005 Indeks tersebut 264. Berapakah tingkat Inflasi pada tahun 2005?

Rumus: Indeks Harga 2005 - Indeks Harga Konsumen 2004 x 100 % = …
Indeks Harga Konsumen 2004

JAWAB:

264 - 225 x 100 % = 0,17 %
225


LATIHAN MEMBUAT SOAL EKONOMI 2

1. Tingkat Pertumbuhan Ekonomi

SOAL:
Suatu Negara pada tahun 2008 Product National Bruto (PNB) rill bernilai 120 triliun rupiah dan meningkat menjadi 126 triliun rupiah. Berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009?

JAWAB:

Rumus: PNB (peningkatan) – PNB (rill) x 100%
PNB (rill)

@. 126 triliun -120 triliun x 100% = 5 %
120 triliun

@. Tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2009 yaitu sebesar 5 %


2. Tingkat Pertambahan Kemakmuran

SOAL:
Pada tahun 2008 penduduk 12 juta dan meningkat menjadi 12,2 juta pada tahun 2009.
Berapakah kelajuan pertambahan kemakmurannya?

JAWAB:

Rumus: PNB (rill) = …
Jumlah Penduduk Th. 2008

@. (a) 120 triliun = 10 juta (tingkat perkapita tahun 2008)
12 juta

Rumus: PNB (peningkatan) = …
Jumlah Penduduk Th. 2009

@. (b) 126 triliun = 10,3278 juta (tingkat perkapita tahun 2009)
12,2 juta

Rumus: Tingkat Perkapita Th. 2009 x 100% = …
Tingkat Perkapita Th. 2008

@. (c). 10,3278 juta – 10 juta x 100% = 3,3 % (pertambahan perkapita tahun 2009)
10 juta


3. Perhitungan Tenaga Kerja dan Pengangguran

SOAL:
Dalam suatu perekonomian yang tergolong sebagai penduduk usia kerja berjumlah 14.891.761 orang, tetapi hanya 9.124.458 orang angkatan kerja. Di antara angkatan kerja tersebut sebanyak 8.528.571 orang yang mempunyai pekerjaan. Berdasarkan data di atas, berapakah tingkat partisipasi angkatan kerja dan pengangguran?

JAWAB:
(a). Tingkat Partisipasi Kerja

Rumus: Angkatan Kerja x 100% = …
Jumlah Penduduk Usia Kerja

@. 9.124.458 x 100% = 61,3%
14.891.761

(b). Jumlah Pengangguran

Rumus: Jumlah Angkatan Kerja – Jumlah Yang Mempunyai Pekerjaan = …

@. 9.124.458 - 8.528.571 = 595.887

Apabila diketahui jumlah pengangguran dan angkatan kerja tingkat pengangguran dalam suatu tertentu dapat ditentukan. Berdasarkan hasil data di atas, tingkat presentasi pengangguran adalah;

Rumus: Jumlah Pengangguran x 100% = …
Jumlah Angkan Kerja

@. 595.887 x 100% = 65 %
9.124.458

4. Perhitungan Indeks Harga

Kenaikan harga-harga yang berlaku dari suatu waktu ke waktu lainnya tidak berlaku secara seragam (merata). Kenaikan harga biasanya berlaku ke atas, tetapi kenaikannya itu berbeda-beda. Jadi yang menyebabkan Indeks Harga adalah: tingkat perubahan harga yang berlaku di suatu Negara.

Tiga (3) langkah yang diperlukan dalam membuat Indeks Harga:
1. Memilih Tahun Dasar
Yaitu tahun yang menjadi titik tolak dalam membandingkan harga.

2. Menentukan jenis-jenis bahan yang perubahan harga-harganya akan diamati untuk
membentuk Indeks Harga.

3. Menghitung Indeks Harga.
Contoh sederhana menghitung Indeks Harga konsumen.

Tahun Dasar (1997) Tahun 2003
Kelompok
Barang Weight Stage (nilai kepentingan relatif) Harga
(rupiah) Harga X
Weight Stage Harga
(rupiah) Harga X
Weight Stage
A 50 1.000 50.000 2.000 100.000
B 20 5.000 100.000 11.000 220.000
C 5 5.000 25.000 16.000 80.000
D 25 3.000 75.000 8.000 200.000

Jumlah
100

250.000
600.000

Weight Stage (nilai kepentingan relative) yaitu:
Setiap kelompok barang yang dikonsumsi di masyarakat.

Berapa Indeks Harga (IH) 2003 ?

Rumus: Indeks Harga 2003 = Jumlah Harga x Weight Stage 2003 x Weight Stage
Jumlah Harga x Weight Stage 1997

JAWAB:

IH 2003 = 600.000 x 100 = 240
250.000

IH 2003 = 240 x 100 % = 2,4 %

Indeks Harga pada tahun dasar yaitu tahun 1997 adalah 100. dengan demikian di antara tahun dan tahun 2003 harga telah meningkat menjadi 240 atau dua kali lipat dari harga dasar.

5. Menentukan Tingkat Inflasi

Tingkat Inflasi ditentukan untuk menggambarkan perubahan harga dari tahun ke tahun lainnya.
Misalkan pada akhir tahun 2002 Indeks Harga konsumen 231 dan pada akhir tahun 2003 Indeks tersebut 240. Berapakah tingkat Inflasi pada tahun 2003?

Rumus: Indeks Harga 2003 - Indeks Harga Konsumen 2002 x 100 % = …
Indeks Harga Konsumen 2002

JAWAB:

240 - 231 x 100 % = 3,9 %
231

Diposkan oleh dudung purnama di 07:06
Label: Tugas ke 2 Buat Soal Hitungan (STAI AL-MAARIF)

SUMBER:
http://dudung2009.blogspot.com/2009/07/soal-hitungan-ekonomi-makro.html

Soal dan Rumus tentang harga indeks dan Inflasi

Indek Harga Dan Inflasi
(Writen By : Agus Triono, S.Pd)

A. Indek Harga
1. Pengertian Angka Indek
Angka indek merupakan suatu konsep yang dapat memberikan gambaran tentang perubahan-perubahan variabel dari suatu priode ke periode berikutnya. Dengan demikian angka indek dapat diartikan sebagai angka perbandingan yang perubahan relatifnya dinyatakan dalam bentuk prosentase (%) terhadap yang lain.


2. Peranan angka indek dalam ekonomi

Indek harga dalam ekonomi mempunyai peranan antara lain :

Dapat dijadikan standar/pedoman untuk melakukan perbandingan harga dari waktu ke waktu.
Indek harga merupakan petunjuk/indikator yang dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi secara umum.
Indek harga pedagang besar dapat memberikan gambaran/trend dalam perdagangan.
Indek harga konseumen dan indek biaya hidup dapat digunakan sebagai dasar penetapan gaji, termasuk dasar untuk mengubahnya.
Indek harga yang dibayar/diterima petani dapat menggambarkan apakah petani semakin makmur atau tidak.
Indek harga dapat dijadikan dasar untuk menetapkan pola / kebijakan ekonomi dan moneter oleh pemerintah.
3. Jenis-jenis angka indek
a. Indek harga konsumen (IHK)
Indek harga konsumen adalah ukuran statistik yang dapat menunjukkan perubahan-perubahan yang terjadi pada eceran barang dan jasa yang diminta oleh konsumen dari waktu ke waktu.

b. Indek harga perdagangan besar (Whole Saler)
Indek harga perdangan besar adalah angka indek yang menunjukkan perubahan-perubahan yang terjadi atas harga pada pasar primer mengenai barang-barang tertentu.

c. Indek harga yang diterima petani
Angka indek yang diterima petani adalah indek harga yang berhubungan dengan pengorbanan (harga pokok) yang telah dikorbankan denganhasil/yang diterima petani.

d. Indek harga yang dibayar petani.
Indek yang dibayar petani adalah indek harga yang meliputi pembelian/biaya konsumsi dan pembelanjaan untuk biaya produksi pertaniannya.



4. Perhitungan angka indek harga (price index).

Angka indek harga adalah angka indek yang menunjukkan perubahan harga dari suatu periode ke periode lainnya. angka indek harga dapat dirumuskan sebagai berikut:
∑Pn
Pn = --------------- x 100%
∑Po

Keterangan :
P = angka indek harga pada tahun n
Pn = harga tahun n, tahun yang akan dihitung indeknya
Po = harga tahun dasar

Contoh kasus :
beberapa harga kebutuhan pokok sebagai berikut :
----------------------------------------------------------------
Jenis Harga Tahun 2003 Harga Tahun 2004
barang (Po) (Pn)
---------------------------------------------------------------
Beras 3.000 4.000
Terigu 7.000 8.000
Gula 10.000 8.000
------------------------------------------------------------
∑Po = 20.000 ∑Pn = 20.000
------------------------------------------------------------
jika tahun 2003 dianggap tahun dasar maka angka indek tahun 2003 adalah 100. sedangkan angka indek tahun 2004 secara agregatif daapt dicari sebagai berikut :

20.000
Pn = ------------ x 100%
20.000

Pn = 1 x 100%
Pn = 100%,
jadi angka indek tahun 2004 adalah 100%.

5. Indek harga dengan Metode Laspeyres
Perhitungan angka indek laspeyres (IL) merupakan angka indek tertimbang dengan faktor penimbang (W) secara obyektif. Faktor penimbangnya ditentukan dengan kuantitas (Q) dengan menggunakan tahun dasar (Qo). angka indek laspeyres (IL) dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

∑Pn x Qo
IL = --------------- x 100%
∑Po x Qo

keterangan :
IL = angka indek laspeyres.
Pn = harga tahun n, tahun yang akan dihitung angka indeknya.
Po = harga tahun dasar.
Qo = kuantitas tahun dasar.

untuk lebih jelasnya tentang IL, mari kita bahas soal dibawah ini :
beberapa harga kebutuhan pokok sebagai berikut :

---------------------------------------------------------------------------------
Jenis Harga Harga Kuantitas (Kg) Po x Qo Pn x Qo
Barang 2003 2004 2003 2004 2003 2004
(Po) (Pn) (Qo) (Qn)
---------------------------------------------------------------------------------
Beras 3.000 4.000 90 95 270.000 360.000
Terigu 7.000 8.000 50 60 350.000 400.000
Gula 10.000 8.000 10 25 100.000 80.000
--------------------------------------------------------------------------------
∑ 20.000 20.000 150 180 720.000 840.000
--------------------------------------------------------------------------------

JIka tahun 2003 dianggap sebagai tahun dasar maka angka indek tahun 2003 adalah 100. untuk angka indek laspeyres tahun 2004 adalah sebagai berikut :

∑Pn x Qo
IL = --------------- x 100%
∑Po x Qo

840.000
IL = -------------- x 100%
720.000

IL = 116,67%
dengan demikian dapat disimpulkan bahwa harga kebutuhan pokok pada tahun 2004 mengalami kenaikan sebesar 16,67% dibandingkan tahun dasar 2003.

6. Indek harga dengan metode Paasche
Angka indek paasche merupakan angka indek tertimbang dengan faktor penimbang secara obyektif. Faktor penimbangnya ditentukan dengan jumlah (Q) dengan menggunakan jumlah tahun n (Qn). angka indek Paasche dihitung menggunakan rumus sebagai berikut :

∑Pn x Qn
IP = --------------- x 100%
∑Po x Qn

Contoh Kasus:
Tabel daftar harga beberapa kebutuhan pokok tahun 2003 s/d 2004

--------------------------------------------------------------------------------
Jenis Harga Harga Kuantitas Po x Qn Pn x Qn
Barang 2003 2004 2003 2004 2003 2004
(Po) (Pn) (Qo) (Qn)
--------------------------------------------------------------------------------
Beras 3.000 4.000 90 95 285.000 380.000
Terigu 7.000 8.000 50 60 420.000 480.000
Gula 10.000 8.000 10 25 250.000 200.000
---------------------------------------------------------------------------------
∑ 20.000 20.000 150 180 955.000 1.060.000
---------------------------------------------------------------------------------

JIka tahun 2003 dianggap sebagai tahun dasar maka angka indek tahun 2003 adalah 100. untuk angka indek Paasche tahun 2004 adalah sebagai berikut :


∑Pn x Qn
IP = --------------- x 100%
∑Po x Qn

1.060.000
IP = -------------- x 100%
955.000

IP = 110,99%

dengan demikan dapat disimpulkan bahwa harga beberapa kebutuhan pokok pada tahun 2004 mengalami kenaikan sebesar 10,99% dibanding tahun dasar 2003.




B. Inflasi
1. Pengertian inflasi
Inflasi adalah suatu keadaan ekonomi yang memperlihatkan naiknya harga barang dan jasa secara umum dan berlangsung terus menerus.


2. Jenis Inflasi.

Jenis-jenis inflasi debedakan menjadi 3, yaitu :

a. Inflasi dilihat dari asalnya, dibedakan menjadi :

Inflasi dari dalam negeri (domestic inflation) adalah inflasi yang disebabkan oleh terjadinya peristiwa ekonomi di dalam negeri. Contoh : gagal panen secara menyeluruh.
Inflasi dari luar negeri (imported inflation) adalah inflasi yang disebabkan tingginya harga barang-barang yang dibeli dari luar negeri. contoh : harga bahan baku untuk produksi dalam negeri.

b. Inflasi dilihat dari tingkat keparahan

parah tidaknya inflasi dibedakan menjadi :

Inflasi ringan ( 0% s/d 10% )
Inflasi Sedang ( >10% s/d 30% )
Inflasi berat ( >30% s/d 200% )
Inflasi tak terkendali (Hyper inflation) ( > 100 %)

c. Inflasi dilihat dari penyebabnya, dibedakan menjadi :

Inflasi yang terjadi karena meningkatnya permintaan terhadap berbagai macam barang dan jasa (demand pull inflation).
Inflasi yang terjadi karena kenaikan ongkos produksi secara terus menerus, yang disebut dengan cosh push inflation.
3. Penyebab terjadinya inflasi
Inflasi dapat terjadi karena beberapa sebab, antara lain :

Pemerintah, jika penerimaan pemerintah lebih kecil daripada pengeluaran, maka pemerintah dapat mencetak uang baru, hal ini akan dapat menimbulkan inflasi jika tidak diimbangi dengan penambahan produksi yang akan ditawarkan kepada masyarakat.
Pihak swasta, inflasi dapat terjadi jika pihak swasta banyak menerima kredit dengan jumlah besar untuk memenuhi permintaan penjamin kredit pihak swasta.
Ekspor impor, jika ekspor lebih besar daripada impor maka devisa yang diterima akan menambah jumlah uang yang beredar didalam negeri sehingga kemungkinan dapat menimbulkan inflasi.
Penerimaan dan pengeluaran negara, apabila jumlah penerimaan lebih kecil dari pengeluaran maka terjadi defisit, sehingga pemerintah harus mencetak uang baru, tetapi kalau penambahan uang baru tidak seimbang dengan yang dibutuhkan maka justru dapat menimbulkan inflasi.




4. Cara mengatasi inflasi.

Untuk mengatasi inflasi, pemerintah melakukan bebarapa kebijakan sebagai berikut :

Kebijakan moneter, adalah kebijakan pemerintah melalui bank sentral mengatur jumlah uang yang beredar. kebijakan moneter berupa kebijakan diskonto, pasar terbuka, Cash ratio dan pembatasan kredit.
Kebijakan fiskal, adalah kebijakan mengatur pengeluaran pemerintah dan mengatur perpajakan. untuk mengatasi inflasi pemerintah mengambil langkah : (1) menekan pengeluaran pemerintah. (2) menaikkan pajak. (3) mengadakan pinjaman pemerintah.
Kebijakan non Moneter adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi inflasi diluar kebijakan Moneter dan kebijakan fiskal. kebijakan non moneter yang dilakukan pemerintah antara lain : mengendalikan harga, menaikkan hasil produksi, dan kebijakan upah.

5. Cara menghitung inflasi
untuk menghitung besarnya inflasi terlebih dahulu harus diketahui indek harga konsumen (IHK).
IHK adalah ukuran perubahan harga dari kelompok barang dan jasa yang paling banyak dikonsumsi oleh rumah tangga dalam jangka waktu tertentu.
untuk menghitung IHK digunakan rumus :

Harga sekarang
IHK = ----------------------- x 100%
Harga pada tahun dasar

Contoh menghitung IHK :
Harga jenis barang tertentu pada tahun 2003 Rp. 50.000 dan harga pada tahun dasar Rp. 40.000, maka IHK tahun 2003 adalah...

50.000
IHK = ---------- x 100% = 125%
40.000

Rumus untuk menghitung Laju inflasi adalah :

Laju Inflasi = IHK Periode n - IHK tahun sebelumnya

Contoh soal :
IHK bulan Agustus 2009 sebesar 115,34 dan IHK pada bulan september 2009 seesar 125,30, maka laju inflasi bulan september adalah ....
Jawab :
Laju inflasi = 125,30 - 115,34 = 9.96%


DAFTAR PUSTAKA :
Purwanto, Wiji. Ekonomi SMA X. Jakarta : Tunas Melati, 2006.

Demikian saja pembahasan kita pada kesempatan kali ini, Jika ada pertanyaan seputar indek harga dan inflasi dan juga pertanyaan seputar soal olimpiade sains ekonomi dan soal ujian UN ekonomi, silahkan diposkan pada bagian komentar dibawah ini. Terimakasih. kami tunggu pertanyaannya.

SUMBER :
http://peunaronesia.blogspot.com/2009/09/indek-harga-dan-inflasi.html

Rabu, 28 Maret 2012

Pengertian Lembaga Kemasyarakatan

Lembaga Kemasyarakatan

1. Pengertian Lembaga Kemasyarakatan
Diantara para ahli/sarjana sosiologi, belum ada kata sepakat perihal istilah Indonesia yang tepat untuk sosial-institution. Beberapa istilah telah dikemukakan antara lain “ pranata Sosial” dan “ bangunan Sosial”. Dalam tulisan ini dipakai istilah “ Lembaga kemasyarakatan”, oleh karena istilah ini lebih menunjuk sesuatu bentuk dan sekaligus juga mengandung pengertian – pengertian yang abstrak perihal adanya norma-norma dan peraturan-paraturan tertentu yang menjadi ciri lembaga tersebut.
Lembaga kemasyarakatan adalah himpunan norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok didalam kehidupan masyarakat. Wujud yang kongkrit lembaga kemasyarakatan tersebut adalah asosiasi (Asosiation).
Menurut Robert Maclver dan Charles H.Page mengartikan Lembaga kemasyarakatan sebagai tata cara atau prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia yang berkelompok dalam suatu kelompok kemasyarakatan yang dinamakannya asosiasi .
Contoh dari Lembaga Kemasyarakatan adalah Universitas sedangkan Universitas Indonesia ,Universitas Lampung, Universitas Sriwijaya dan lain-lain merupakan contoh asosiasi

2. Tujuan Lembaga Kemasyarakatan
Tujuan Lembaga Kemasyarakatan diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Menjaga Keutuhan masyarakat
2. Pedoman dalam bertingkah laku dalam menghadapi masalah dalam masyarakat,terutama menyangkut kebutuhan pokok.
3. Merupakan pedoman sistem pengendalian sosial di masyarakat

3. Proses pertambahan lembaga kemasyarakatan
Norma –Norma masyarakat
Norma-norma yang ada di dalam masyarakat mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda. Ada norma yang lemah, yang sedang sampai yang terkuat daya ikatnya.
Ada empat pengertian norma yang memberikan pedoman bagi seseorang untuk bertingkah laku dalam masyarakat yaitu :
1. Cara (usage) menunjuk pada suatu bentuk perbuatan.
2. Kebiasaan (folkways) adalah perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama.
3. Tata kelakuan (mores) merupakan kebiasaan yang dianggap sebagai cara berperilaku dan diterima norma-norma pengatur.
4. Adat Istiadat (customs) adalah tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. Ada sanksi penderitaan bila dilanggar.

Proses-proses yang terjadi dalam rangka pembentukannya sebagai lembaga kemasyarakatan adalah :
a) Proses pelembagaan (institutionalization), yakni suatu proses yang dilewati oleh suatu norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu lembaga kemasyarakatan.
b) Norma- norma yang internalized artinya proses norma- norma kemasyarakatan tidak hanya berhenti sampai pelembagaan saja, tetapi mendarah daging dalam jiwa anggota –anggota masyarakat.

4. Social Control (Pengendalian Social)
Social Control adalah sistem atau proses yang dijalankan oleh masyarakat selalu disesuaikan dengan kaidah-kaidah yang berlaku dalam masyarakat, pngendalian social bisa bersifat :
a) Pengendalian Preventif.
Pengendalian preventif merupakan kontrol sosial yang dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran atau dalam versi ”mengancam sanksi” atau usaha pencegahan terhadap terjadinya penyimpangan terhadap norma dan nilai. Jadi, usaha pengendalian sosial yang bersifat preventif dilakukan sebelum terjadi penyimpangan.
b) Pengendalian Represif.
Pengendalian represif adalah pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadi pelanggaran dengan maksud hendak memulihkan keadaan agar bisa berjalan seperti semula dengan dijalankan di dalam versi “menjatuhkan atau membebankan, sanksi”. Pengendalian ini berfungsi untuk mengembalikan keserasian yang terganggu akibat adanya pelanggaran norma atau perilaku meyimpang. Untuk mengembalikan keadaan seperti semula, perlu diadakan pemulihan. Jadi, pengendalian disini bertujuan untuk menyadarkan pihak yang berperilaku menyimpang tentang akibat dari penyimpangan tersebut, sekaligus agar dia mematuhi norma-norma sosial.

5. Ciri-ciri umum dan tipe lembaga kemasyarakatan

Menurut Gillin dan Gillin, lembaga kemasyarakatan mempunyai beberapa ciri umum,yaitu :
a) Suatu lembaga kemasyarakatan adalah suatu organisasi pola-pola pemikiran dan pola-pola prilaku yang terwujud dalam aktivitas-aktivitas kemasyarakatan dan hasil-hasilnya.
b) Suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri semua lembaga kemasyarakatan.
c) Lembaga kemasyarakatan mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
d) Lembaga kemasyarakatan mempuyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk memcapai tujuan lembaga yang bersangkutan.
e) Lembaga bisanya juga merupakan ciri khas lembaga kemasyarakatan.
f) Suatu lembaga kemasyarakatan mempunyai suatu tradisi tertulis atau yang tidak tertulis.


Tipe-tipe Lembaga kemasyarakatan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Sudut perkembangannya.
a) Crescive Institutions.
b) Enacted Institutions.
Grescive Institutions dan Enacted Institutions, disebut juga sebagai lembaga primer, merupakan lembaga-lembaga yang secara tidak sengaja tumbuh dari adapt istiadat masyarakat.
2. Sudut sistem nilai-nilai.
a) Basic Institutions yang diterima masyarakat.
b) Subsidiary Institutions.
Basic Institutions dianggap sebagai lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat.
3. Sudut penerimaan masyarakat.
a) Approved atau Social Sanctioned Institutions
b) Unsanctioned Institutions
Approved atau Social Sanctioned Institutions merupakan lembaga-lembaga yang diterima masyarakat seperti misalnya sekola, perusahaan dagang. Sebaliknya Unsanctioned Institutions yang ditolak masyarakat, walau kadang masyarakat tidak berhasil memberantasnya. Misalnya : Kelompok penjahat, pemeras,dan lain sebagainya.
4. Sudut fungsinya.
a) Operative Institutions.
b) Restricted Institutions.
Operative Institutions berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun pola- pola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, misalnya : lembaga industrialisasi. Restricted Institutions bertujuan untuk mengawasi adat istiadat yang tidak menjadi bagian mutlak lembaga itu sendiri. Contoh : Lembaga-lembaga hukum seperti kejaksaan, pengadilan dan lain sebagainya.


Sumber :
http://organisasi.org
http://one.indoskripsi.com
Tim MGMP Sosiologi DKI Jakarta (1999). Modul Sosiologi. Jakarta.
DIPOSKAN OLEH MERRYNA DI 21:31
LABEL: TUGAS SOSIOLOGI POLITIK
http://merryyuch.blogspot.com/2010/03/lembaga-kemasyarakatan.html

Kamis, 15 Maret 2012

dampak negatif Sektor Pertanian dan Struktur Perekonomian Indonesia

Sektor Pertanian dan Struktur Perekonomian Indonesia
Rabu, 09 Juni 2010 11:55 administrator

Struktur perekonomian Indonesia merupakan topik strategis yang sampai sekarang masih menjadi topik sentral dalam berbagai diskusi di ruang publik. Kita sudah sering mendiskusikan topik ini jauh sebelum era reformasi tahun 1998. Gagasan mengenai langkah-langkah perekonomian Indonesia menuju era industrialisasi, dengan mempertimbangkan usaha mempersempit jurang ketimpangan sosial dan pemberdayaan daerah, sehingga terjadi pemerataan kesejahteraan kiranya perlu kita evaluasi kembali sesuai dengan konteks kekinian dan tantangan perekonomian Indonesia di era globalisasi.
Tantangan perekonomian di era globalisasi ini masih sama dengan era sebelumnya, yaitu bagaimana subjek dari perekonomian Indonesia, yaitu penduduk Indonesia sejahtera. Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang sangat besar, sekarang ada 235 juta penduduk yang tersebar dari Merauke sampai Sabang. Jumlah penduduk yang besar ini menjadi pertimbangan utama pemerintah pusat dan daerah, sehingga arah perekonomian Indonesia masa itu dibangun untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya.
Berdasarkan pertimbangan ini, maka sektor pertanian menjadi sektor penting dalam struktur perekonomian Indonesia. Seiring dengan berkembangnya perekonomian bangsa, maka kita mulai mencanangkan masa depan Indonesia menuju era industrialisasi, dengan pertimbangan sektor pertanian kita juga semakin kuat.
Seiring dengan transisi (transformasi) struktural ini sekarang kita menghadapi berbagai permasalahan. Di sektor pertanian kita mengalami permasalahan dalam meningkatkan jumlah produksi pangan, terutama di wilayah tradisional pertanian di Jawa dan luar Jawa. Hal ini karena semakin terbatasnya lahan yang dapat dipakai untuk bertani. Perkembangan penduduk yang semakin besar membuat kebutuhan lahan untuk tempat tinggal dan berbagai sarana pendukung kehidupan masyarakat juga bertambah. Perkembangan industri juga membuat pertanian beririgasi teknis semakin berkurang.
Selain berkurangya lahan beririgasi teknis, tingkat produktivitas pertanian per hektare juga relatif stagnan. Salah satu penyebab dari produktivitas ini adalah karena pasokan air yang mengairi lahan pertanian juga berkurang. Banyak waduk dan embung serta saluran irigasi yang ada perlu diperbaiki. Hutan-hutan tropis yang kita miliki juga semakin berkurang, ditambah lagi dengan siklus cuaca El Nino-La Nina karena pengaruh pemanasan global semakin mengurangi pasokan air yang dialirkan dari pegunungan ke lahan pertanian.
Sesuai dengan permasalahan aktual yang kita hadapi masa kini, kita akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri. Di kemudian hari kita mungkin saja akan semakin bergantung dengan impor pangan dari luar negeri. Impor memang dapat menjadi alternatif solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan kita, terutama karena semakin murahnya produk pertanian, seperti beras yang diproduksi oleh Vietnam dan Thailand. Namun, kita juga perlu mencermati bagaimana arah ke depan struktur perekonomian Indonesia, dan bagaimana struktur tenaga kerja yang akan terbentuk berdasarkan arah masa depan struktur perekonomian Indonesia.
Struktur tenaga kerja kita sekarang masih didominasi oleh sektor pertanian sekitar 42,76 persen (BPS 2009), selanjutnya sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 20.05 persen, dan industri pengolahan 12,29 persen. Pertumbuhan tenaga kerja dari 1998 sampai 2008 untuk sektor pertanian 0.29 persen, perdagangan, hotel dan restoran sebesar 1,36 persen, dan industri pengolahan 1,6 persen.
Sedangkan pertumbuhan besar untuk tenaga kerja ada di sektor keuangan, asuransi, perumahan dan jasa sebesar 3,62 persen, sektor kemasyarakatan, sosial dan jasa pribadi 2,88 persen dan konstruksi 2,74 persen. Berdasarkan data ini, sektor pertanian memang hanya memiliki pertumbuhan yang kecil, namun jumlah orang yang bekerja di sektor itu masih jauh lebih banyak dibandingkan dengan sektor keuangan, asuransi, perumahan dan jasa yang pertumbuhannya paling tinggi.
Data ini juga menunjukkan peran penting dari sektor pertanian sebagai sektor tempat mayoritas tenaga kerja Indonesia memperoleh penghasilan untuk hidup. Sesuai dengan permasalahan di sektor pertanian yang sudah disampaikan di atas, maka kita mempunyai dua strategi yang dapat dilaksanakan untuk pembukaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia di masa depan.
Strategi pertama adalah melakukan revitalisasi berbagai sarana pendukung sektor pertanian, dan pembukaan lahan baru sebagai tempat yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia. Keberpihakan bagi sektor pertanian, seperti ketersediaan pupuk dan sumber daya yang memberikan konsultasi bagi petani dalam meningkatkan produktivitasnya, perlu dioptimalkan kinerjanya. Keberpihakan ini adalah insentif bagi petani untuk tetap mempertahankan usahanya dalam pertanian. Karena tanpa keberpihakan ini akan semakin banyak tenaga kerja dan lahan yang akan beralih ke sektor-sektor lain yang insentifnya lebih menarik.
Strategi kedua adalah dengan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung bagi sektor lain yang akan menyerap pertumbuhan tenaga kerja Indonesia. Sektor ini juga merupakan sektor yang jumlah tenaga kerjanya banyak, yaitu sektor perdagangan, hotel, dan restoran serta industri pengolahan. Sarana pendukung seperti jalan, pelabuhan, listrik adalah sarana utama yang dapat mengakselerasi pertumbuhan di sektor ini.
Struktur perekonomian Indonesia sekarang adalah refleksi dari arah perekonomian yang dilakukan di masa lalu. Era orde baru dan era reformasi juga telah menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi sektor penting yang membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Sektor pertanian juga menyediakan pangan bagi masyarakat Indonesia.
Saat ini kita mempunyai kesempatan untuk mempersiapkan kebijakan yang dapat membentuk struktur perekonomian Indonesia di masa depan. Namun, beberapa permasalahan yang dihadapi sektor pertanian di masa ini perlu segera dibenahi, sehingga kita dapat meneruskan hasil dari kebijakan perekonomian Indonesia yang sudah dibangun puluhan tahun lalu, dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia sampai saat sekarang ini.

Firmanzah, PhD
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia
Sumber : http://www.metrotvnews.com

Kamis, 02 Februari 2012

kuliah dan kerja bisa sukses




Latarbelakang
1. Tidak tau mau kemana setelah tamat sekolah
2. Bisa kah kuliah menjadi sukses ?
3. Bisa kah kerja menjadi sukses ?

Pada masa berakhirnya sekolah menengah atas (SMA) banyak kalang remaja yang bingung setalah itu mau kemana kah kita melangkah selanjutnya apa kah kita kuliah atau bekerja dulu. Mereka tidak tau pasti ingin mau ambil apa karena kurangnya informasi atau masukan yang meyakinkan mereka untuk mengambil keputusan. Banyak sekali remaja era saat ini yang salah mengambil keputusan tanpa pertimbangan atau nasehat dari orang tua karena anak jaman sekarang tuh malu minta pendapat orang tua dan malasnya mencari informasi, selalu seenaknya berbuat sendiri, merasa sudah besar bisa melangkah tanpa mempertimbangkannya. Untuk mengambil sebuah keputusan kita harus melihat kemampuan dalam arti luas yaitu dorongan hati logis sebuah otak yang mendorong terciptanya kesuksesaan dalam hidup. Beberapa faktor yang jika kita telaah arti kesuksesaaan itu adalah KEMAMPUAN, USAHA, dan KOMUNIKASI !

Banyak orang yang bercita-cita kan setelah saya lulus SMA ingin melanjutkan ke perguruan tinggi karena jika saya kuliah segala sesuatu nya pasti lebih mudah untuk masa depannya dan ada pula yang ingin bekerja dulu agar bisa membahagiakan orangtua nya. Semua itu tidak semudah apa yang kita pikirkan banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi jalan menuju kesuksesan. Kuliah atau pun kerja bisa sukses jika kita meyakinin kegiatan yang kita lakukan. Terkadang banyak orang yang kuliah suka melecehkan teman yang kerja, karena dia berpandangan orang yang lulusan SMA langsung bekerja bisa apa paling juga jadi pembantuan saja. Ada pula seseorang yang ingin kuliah tetapi terbentur oleh faktor ekonomi yang membuat dia jatuh tetapi dia kembali bangkit dan akhirnya dia bisa kuliah gratis sampai lulus. Tentu semua itu butuh proses atau pengorbanan yang sulit. Untuk itu saya akan memberikan contoh bagi kalian semua.

ada 2 buah kisah yang saya ingin sampaikan yaitu kisah pertama seorang anak yang kuliahnya gratis sampai dia lulus dan kisah kedua seorang anak yang tidak bisa kuliah tetapi sukses dalam kerjanya padahal sama-sama lulusan SMA.

kisah pertama ialah saya mempunyai seorang teman waktu di SMA dia sangat rajin, ulet, dan multitalent yang artinya dia bisa melakukan semua kegiatan dan menjadi yang terbaik dalam kegiatan tersebut, pada akhir masa-masa sekolah SMA dia mempunyai nilai yang cukup tinggi dan dia pun di terima di universitas negeri tinggi tetapi malang nasibnya dia harus membayar uang gedung dan semesternya, dia pun tidak mampu membayarnya karena keluarganya kurang dalam masalah ekonomi akhirnya dia tidak jadi melanjutkan kuliah di universitas tersebut, tetapi dia tidak hanya berdiam diri saja dan putus asa dia pun bertindak cepat mencari jalan keluarnya. Pada saat itu ada sebuat universitas yang melakukan tes kepada calaon mahasiswa yang ingin kuliah gratis dengan mendapatkan beasiswa akhirnya dia ikut melakukankan tes tersebut dan belajar dengan sungguh-sungguh agar tercapainya cita-cita. Setelah dia mengikuti dan melihat langsung hasilnya dia sangat gembira sekali bahwa namanya ada dalam hasil tes tersebut, dan dia sujud syukur kepada Allah swt karena dengan bantuan-NYA lah dia bisa berhasil lulus dalam tes itu tidak lupa juga berterima kasih kepada kedua orangtuanya yang memberi doa restu kepadanya.

Kisah yang kedua ialah kisah yang mana ada seorang perempuan yang ingin sekali kuliah tetapi semua itu hanya mimpi baginya,mengapa demikian ? dikarenakan lagi-lagi faktor ekonomi yang menghambatnya untuk berprestasi. Temen saya yang satu ini sama kasusnya dengan kasus yang pertama karena dia pun sudah mengikuti berbagai tes yang menjalankan program beasiswa atau kuliah gratis tetapi waallahualam hasilnya kurang baik dia tidak di terima karena mungkin IQ dan skillnya kurang dalam memahami soal yang diberikan atau mungkin ada faktor lain yang bisa menjadikan dia tidak diterima, sempat dia iri kepada teman nya yang bisa kuliah sedangkan dia hanya bisa menggur saja, lama kelamaan dia pun menjadi putus asa sehingga murung saja dikamar tetapi pada suatu saat dia di lecehkan oleh temannya karena dia tidak bisa kuliah dan menjadi sampah masyarakat, akhirnya dia bangkit dari terpurukan tersebut dan akan menunjukan bahwa kerja mungkin jalan satu-satunya agar dia bisa sukses. Dan bilang ke teman-temannya “ gua biasa sukses dari pada lu semua dan tidak jadi penghambat bagi gue ga kuliah, gua bisa kerja dan sukses, ga seperti S1 yang menjadi sampah saja mendapatkan gelar tapi ga bisa berbuat apa-apa”. Akhirnya mulai melamar pekerjaan walaupun ada pahitnya karena tidak sedikit lamaran kerjanya di tolak dan sudah 2 bulan lamanya ia belum bekerja juga atau pund panggil di perusahaan. Suatu hari akhirnya di panggil di oleh suatu perusahaan perbelanjaan, pertamanya dia menjadi pembantuan di perusahaan tersebut setalah 5 tahun kemudian dia menjadi meningkat jabatannya di perusahaan tersebut dan pada akhirnya dia menghasilkan uang yang cukup tinggi de perusahaan tersebut dan menjadi sukses.

Jadi dapat di simpulkan bahwa seseorang di posisikan di mana saja dan tidak penting kuliah atau pun kerja kesuksesan tidak ditentukan oleh itu semua tetapi hanya dapat di tentukan oleh kemampuan diri kita sendiri dalam melakukan kegiatan tersebut dan yang penting adalah terus berdoa dan usaha agar semuanya dapat berjalan dengan lancar. Sepahit apa pun resikonya kita janganlah mudah menyerah kita tunjukan kepada mereka bahwa kita bisa dan mampu untuk menjadi sukses dari mereka semua

Pesan saya ialah Allah tidak akan memberikan rezeki jika umatnya tidak meminta doa kepadanya dan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih apa yang diharapkan orang tersebut maka dari itu bangkit dan semangatlah mengejar sesuatu impian kita tidak hanya dalam omongan saja tetapi harus dipraktekan agar semua menjadi terkabul.

the best a good think for your future so far ! so we must do it with the clear thinking,save a bad moment for wanna a sucssess a life ,and than choose a sucssess with your self.
Berfikir dengan baik karena masa depan itu jauh ! kalian harus melakukkan dengan pikiran jernih, simpan pengalaman buruk untuk menjadi motivasi hidup sukses dan pilihlah kesuksesasn itu dengan dirimu sendiri.