About

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Tugas Pengantar Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Pengantar Bisnis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 November 2011

Tulisan 2



Sejarah Good Year

Berdiri sejak 1898 ketika Frank Seiberling membangun perusahaan dengan menggunakan uang pinjaman dari seorang iparnya, Goodyear tumbuh menjadi produsen ban yang disegani di dunia. Mulai dari 13 pekerja yang menghasilkan ban-ban sepeda dan kereta, alas tapak kaki kuda, serta chip untuk bermain poker, bisnis Goodyear terus berkembang hingga akhirnya menjadi perusahaan karet terbesar di dunia pada tahun 1926. Seiring perkembangan industri otomotif, motto Goodyear saat itu, "More people ride on Goodyear tires than on any other kind", atau "Lebih banyak orang menggunakan ban Goodyear daripada jenis-jenis lainnya", sangat dikenal masyarakat dunia.
Kini, The Goodyear Tire & Rubber Company yang berpusat di Amerika Serikat adalah perusahaan produsen ban terbesar di dunia yang memproduksi berbagai jenis ban, produk karet dan kimia di lebih dari 60 pabrik di 25 negara. Total karyawan perusahaan mencakup 75 ribu orang di seluruh penjuru dunia.
Untuk mengukuhkan posisi sebagai yang terdepan dalam industrinya, Goodyear terus mempertahankan kerjasama dengan berbagai perusahaan otomotif terkemuka di dunia sebagai penyedia produk ban Original Equipment. Hingga kini, Goodyear terus menjalin kerjasama dengan menjadi penyedia ban resmi untuk kendaraan Toyota, Honda, Nissan, Suzuki, Volkswagen, Audi, Mercedes Benz, BMW, Citroen, Ford, dan General Motor.

Goodyear merupakan perusahaan ban terbesar di dunia yang selain memproduksi ban dengan merek sendiri, juga memproduksi merek yang tak kalah disegani seperti Dunlop, Kelly, Fulda, Lee, Sava, dan Debica. Unit-unit bisnis perusahaan di luar ban juga menyediakan produk-produk karet dan polymer untuk pasar otomotif dan industrial. Brand global Goodyear, seperti yang dikenal saat ini dengan ribuan terobosan, inovasi, penemuan baru, dan penyempurnaan, merupakan refleksi dari karakter yang berani, inovatif, dan bersahaja dari para pendirinya.
Di Indonesia, Goodyear telah hadir sejak 1935. Sebagai anak cabang The Goodyear Tire & Rubber Company, PT Goodyear Indonesia Tbk memusatkan operasinya di atas lahan seluas 172.000 meter persegi di Bogor, Jawa Barat. Hingga kini, produsen ban pertama di Indonesia ini tetap dikenal secara konsisten menghasilkan berbagai jenis ban yang berkualitas tinggi dari masa ke masa.

Produksi ban Goodyear Indonesia ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, sebagai Original Equipment beberapa produsen kendaraan roda empat, serta sebagai komoditas ekspor ke berbagai negara di dunia. Mengacu pada Undang-Undang nomor 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, PT Goodyear Indonesia Tbk telah menawarkan 15 persen dari jumlah saham yang ditempatkan kepada masyarakat dan telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.
Sebagai bagian dari perusahaan dengan identitas global , PT Goodyear Indonesia Tbk mendapat dukungan penuh dari pusat teknologi dan inovasi produk yang terletak di Jepang, Eropa dan Amerika Serikat.


Sejarah Goodyear, Inovasi dan Tonggak Sejarah

PT Goodyear Indonesia adalah perusahaan pembuat ban mobil yang pertama dan tertua di Indonesia yang didirikan pada tahun 1935 diatas lahan seluas 172.000 m2 yang hijau dan asri di kota Bogor.
GDYR adalah salah satu dari perusahaan pertama yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta tahun 1980.

GDYR Indonesia senantiasa menunjukkan kepemimpinan di industri ban nasional, dengan meraih penghargaan:

* Sertifikasi ISO 9002 (1994), sertifikasi ISO 14001, dan pada tahun 2006 meraih ISO/TS 16949:2002.
* Penghargaan tertinggi Kalpaltaru untuk kategori pembina lingkungan.
* Meraih status Superbrand pada tahun 2003, yang merupakan satu-satunya perusahaan ban yang meraih penghargaan ini.
* Dua penghargaan dari Toyota, yaitu Quality Target And Delivery dan Zero Defect achievement (2004)

Sejak tahun 1935, Goodyear menjadi pelopor bagi perkembangan industri ban di Indonesia, dan memberikan dukungan teknis dalam pembentukan P.T. (Persero) Intirub (Indonesia Tire & Rubber Company). Selain itu juga berkontribusi pada teknologi dengan membentuk industri kawat ban bagi P.T. IndoCordsa Tbk (d/h P.T. Branta Mulia Tbk)

Goodyear memberikan kontribusi besar dalam pendapatan pajak negara, dimana selama 10 tahun terakhir PT Goodyear Indonesia telah memberikan kontribusi pajak hingga lebih dari 28 juta dolar Amerika.

Sejak tahun 1985 Goodyear Indonesia telah mendonasikan lebih dari 1 juta dolar dalam program pengembangan masyarakat dan bantuan untuk berbagai bencana alam di Indonesia.

Program CSR yang belum lama dilaksanakan meliputi: Bantuan 1000 zak semen untuk korban gempa di Bantul, 2006, bantuan dana Rp144.600.000 juta untuk korban gempa Sumatra tahun 2009, Program Peduli Banjir 2007 untuk membantu korban bencana bajir, Bazaar murah Ramadhan dan subangan ke Rumah Yatim Piatu.


Goodyear Indonesia saat ini

Goodyear Indonesia memproduksi rangkaian produk ban berkualitas tinggi untuk pangsa pasar domestik dan ekspor:

* Produk berkualitas yang diproduksi di Bogor telah di ekspor ke 52 negara
* Memasok original equipment ke berbagai perusahaan otomotif terkemuka seperti Toyota, Honda, Daihatsu, Mercedez – Benz.
* Penghargaan yang telah diraih antara lain Toyota‘s Quality Target and Zero Defect (2009)
Goodyear Indonesia adalah salah satu pabrik yang paling kompetitif diantara pabrik-pabrik Goodyear diseluruh dunia.
* Salah satu pabrik dengan fasilitas terbesar yang memproduksi cross-ply/bias ban secara global.
* Memproduksi produk ban spesifik untuk Off-The-Road dan kendaraan pertanian.
Goodyear Indonesia saat ini memiliki 1.166 tenaga kerja muda (70% berusia kurang dari 35 tahun)
Inovasi dalam Segala Bidang
Produk – produk
Dalam dua tahun terakhir, meluncurkan 7 produk terbaru yang belum pernah diluncurkan sebelumnya, yaitu:
* Assurance Fuel Max (2010)
* Kelly ASEAN (2009)
* DuraPlus (2009)
* Eagle F1 Asymmetric (2008)
* Assurance Armor Grip (2008)
* Excellence (2008)
* Wrangler AT/SA (2008)
* Wrangler HP AW (2007)

Retail
Memperkenalkan konsep retail terbaru di industri Autocare dengan membuka 29 gerai pada tahun 2009.

Tonggak Sejarah

Selama lebih dari 100 tahun, Goodyear selalu menjadi yang terdepan dalam teknologi dan inovasi ban, mulai dari penemuan vulkanisir oleh Charles Goodyear pada tahun 1839 hingga penemuan teknologi Bubble Blade pada tahun 2004. Dengan adanya kemajuan dalam riset dan percobaan di dalam pabrik, Goodyear selalu menerjang batas untuk tetap berinovasi dan memproduksi ban yang memberikan kemajuan bagi sebuah industri.
Dalam hal inovasi, teknologi dan performa ban, Goodyear tetap menjadi pemimpin dengan “Selangkah Inovasi di depan” dibanding yang lainnya.

1898 Frank Seiberling mendirikan Goodyear Tire and Rubber Company dan memilih nama "Goodyear" untuk menghormati Charles Goodyear.
1908 Ban Goodyear dipasangkan ke Model T karya Henry Ford, sebuah hal yang sensasional bagi konsumen kalangan menengah dan oleh karenanya pendaftaran kepemilikan mobil pun melambung tinggi.
1964 Dengan menggunakan ban Goodyear, Craig Breedlove menjadi orang pertama yang mencapai kecepatan 600 mil dalam waktu 1 jam (960km/jam).
1969 Goodyear Aerospace membantu membawa astronot ke bulan dan mengantarkan mereka kembali dengan selamat ke bumi.
1971 Ban Goodyear adalah ban pertama yang mendarat di bulan.
1992 Goodyear Aquatred Desain dengan terobosan baru (revolusioner) menjadikannya produk unggulan dengan desain yang disukai konsumen.
1998 Goodyear merayakan ulang tahunnya yang ke-100.
2001 Goodyear meluncurkan teknologi Trinuum, yang merupakan perpaduan antara tiga pusat utama teknologi dari seluruh dunia, termasuk Eropa, USA dan Jepang.
2003 Goodyear berada di puncak pada kompetisi balap mobil, dengan memenangkan kejuaraan pada kategori profesional maupun amatir di kompetisi Hot Rod Nasional dan Hot Rod Internasional.
2004 Goodyear merayakan 50 tahun kerjasamanya dengan NASCAR, yang juga sebagai sponsor yang paling lama dari olahraga tersebut.
2005 RunOnFlat, dengan terobosan teknologinya, hingga saat ini masih terus dalam tahap pengembangan. Sementara sistem dasarnya, yang terdiri dari ban yang diperkuat dengan sistem TPMS, telah dikembangkan dan diuji, sekarang hadir secara komersial, selagi tetap mengembangkan inovasi teknis dan penambahan lainnya agar dapat menyempurnakan kinerjanya.

1.Keuntungan dan kerugian dari usaha franchise :

Keuntungan Sistem Franchise:
1.Percepatan perluasan usaha, dengan modal relatif rendah
2.Efisiensi dalam meraih target pasar melalui promosi bersama
3.Terbentuknya kekuatan ekonomi dalam jaringan distribusi
4.Menggantikan kebutuhan personel Franchisor dengan para operator milik Franchisee (slim organization)
5.Pemilik outlet bermotivasi tinggi karena menyangkut pengembalian investasi dan keuntungan usaha

Kerugian usaha Franchise:
1.Kewenangan outlet di tangan Franchisee (kalau terlalu banyak ide merepotkan Franchisor)
2.Perlu perubahan paradigma (paradigm shift) atas materi yang dijual
3.Untuk membentuk sistem yang baku, perlu adanya proses yang lebih birokratis

2.DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI FRANCHISING BAGI PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA
Dampak Positifnya ialah membuka lapangan kerja yang luas supaya mengurangi angka pengangguran di indonesia dan memciptakan para pembisnis yang baru dengan modal yang relatif rendah.

Dampak Negatifnya ialah berkurangnya lahan pertanian maupun penghijauan, bangkrutnya otlet-otlet kecil di indonesia karena tidak mampu bersaing dalam membangun bisnis tersebut.

Sumber :
http://www.goodyear-indonesia.com/about/aboutus.asp
http://www.goodyear-indonesia.com/about/history.asp
http://www.google.co.id/search?pq=dampak+positif+franchising+&hl=id&cp=7&gs_id=1k&xhr=t&q=good+year&gs_sm=&gs_upl=&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.,cf.osb&biw=1024&bih=570&um=1&ie=UTF-8&tbm=isch&source=og&sa=N&tab=wi

Senin, 07 November 2011

Tulisan 1



Cara Memasuki Perusahaan

Secara umum ada tiga cara untuk memasuki perusahaan dan menjadikannya sebagai hak milik. Ketiga cara tersebut adalah :
1. Membeli perusahaan yang telah dibangun
2. Memulai perusahaan baru
3. Membeli hak Lisensi (waralaba/franchising)


Membeli Perusahaan yang telah dibangun

Membeli perusahaan yang telah dibangun ada keuntungan dan kekurangannya dikarenakan perusahaan tersebut bisa menjadi awal kesuksesaan atau pun kebangkrutan untuk itu harus lebih berhati-hati dalam membeli perusahaan yang telah dibangun, berikut keuntungan dari membeli perusahaan yang telah dibangun :
1. lokasi perusahaan
2. evaluasi kinekerja perusahaan
3. efisiensi usaha/waktu
4. maupun efisiensi dalam biaya pendirian.

Pada umumnya orang ingin membeli perusahaan yang telah dibangun harus mempunyai kemampuan untuk merubah perusahaan tersebut menjadi lebih baik dari perusahaan yang dulu, seorang menejer harus mampu membuat inovasi, kreatifitas dalam menjalankan sebuah perusahaan, tidak hanya memikirkan perusahaannya saja tetapi harus memikirkan kinerja karyawannya agar pengambilalihan perusahaan tidak menjadi sia-sia.

Dalam kaitannya dengan pengambilalihan atas pertimbangan kinekerja perusahaan, tentunya pihak pengambil alih telah memperhitungkan kemampuan perusahaan atas dasar catatan-catatan pelaksanaan yang nyata dapat dipelajari sehingga dapat dilakukan penilian tentang kesehataan perusahaan (misalnya catatan mengenai utang pajak, laporan keuangan yang diaudit, pembukuan penjualan, urusan dengan pengadilan dan sebagainya). Bilamana menurut penilaian perusahaan bersangkutan tidak sehat, namun ketidaksehatan perusahaan disebabkan oleh faktor-faktor tertentu yang dirasa mampu untuk diataasi dengan segera dalam jangka waktu tertentu, maka pengambilalihan perusahaan tersebut masih merupakan alternatif yang menarik. Hal ini meningat investasi yang dikeluarkan akan dapat kembali dan memberi keuntungan selewat batas waktu yang telah direncanakan.

Dengan mengambil alih perusahaan yang telah di bangun, berarti telah tersedia modal, teknologi, tenaga kerja, dan bahkan pelanggan. Bilamana ketersediaan semua itu disertai dengan kemampuan yang memadai, maka pelaksanaan operasi produksi dapat langsung dijalankan sesegera mungkin setelah proses pengambilalihan selesai. Dalam hal ini pehak pengambil alih tidak perlu lagi menunggu modal dan peralatan untuk memulai operasi seperti halnya pada perusahaan yang baru dibangun.

Sebabnya perusahaan dijual dikarenakan dalam perusahaan tersebut tidak mampu mengimbangin para pesaing-pesaingnya untuk melakukan usaha dan harganya menjadi rendah. Hal tersebut akan terjadi pengambilalihan perusahaan dengan ini sangat menghemat biaya karena kita tidak perlu pusing lagi dengan memulai perusahaan baru ,kita harus memikirkan bagaimana perusahaan ini bisa maju dan sukses kembali.



Memulai Perusahan Baru


Memulai perusahaan baru akan merupakaan upaya yang menguntungkan bilamana tak ada kemungkinan membeli perusahaan yang sudah dibangun atau oembelian oerusahaan yang sudah ada itu perhitungkan tidak menguntungkan (karena perusahaan yang akan diambilalihkan dinilai tidak sehat, operasionalnya tidak efisien, pasarnya tidak memadai, pekerjaannya tidak komperten, peralatan dan teknologinya sudah ketinggalan zaman, dan sebagainya).

Pembuatan perusahaan baru memungkinkan pemilik unruk memilih lokasi, seleksi dalam rekrutmen tenaga kerja, pemilihan merek dagang, teknologi, jenis peralatan, dan sebagainya. Dengan cara ini, efisiensi operasionalnnya baru dapat dicapai setelah beberapa waktu mendatang. Tetapi, dengan suntikan tenaga dan semangat baru, diharapkan hasil yang dicapai akan lebih baik.


Pembelian Lisensi (waralaba/farnchising)


Pembelian hak lisensi (franchising) dapat merupakan suatu keuntungan tersendiri karena adanya kerjasama antara si pembeli hak lisensi (franchising) dengan pihak yang hak lisensinya dibeli (franchisor). Dalam franchising terjadi hubungan bisnis yang berkesinambungan antara franchisee dengan franchisor. Franchising merupakan suatu persatuan lisensi menurut hukum antara suatu pabrik (manufakturing) atau perusahaan yang menyelenggarakan, dengan penyalur (dealer) untuk melaksanakan kegiatan. Dengan franchising, perusahaan diselenggarakan seolaholah menjadi bagian dari suatu rangkaian yang besar, lengkap dengan nama, produk merek dagang, dan prosedur penyelenggaraan standar.

Contoh perusahaannya dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Sistem waralaba (fanchising) sendiri dimulai dengan apa yang disebut “Product Franchis” (waralaba product), yang lebih merupakan usaha keagenan seperti keagenan :
a) Mesin Jahit Singer
b) Sepatu Bata
c) Tas tajur
d) Roti Unyil
e) Pulsa



2. Pada perkembangan selanjutnya, Waralaba produk ini kemudian oopuler melalui “bussiness Format Franchising” (Sistem Waralaba Format Usaha) seperti :
a) Restouran Kentucky Fried Chiken (KFC)
b) Mc Donald (MCD)
c) Es Teller 77
d) Ace Hardware
e) Continent Hypermart
f) Ray White Propertty
g) Ziebart
h) Alfa Mart


Sumber :
Pengantar Bisnis
Oleh M. Fuad, dkk
www.mitrosgroup.co.id
Gramedia Pustaka Utama

Jumat, 14 Oktober 2011

Tugas 5

Etika Bisnis

Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005). Hal ini dapat dipandang sebagai etika pergaulan bisnis. Seperti halnya manusia pribadi juga memiliki etika pergaulan antar manusia, maka pergaulan bisnis dengan masyarakat umum juga memiliki etika pergaulan yaitu etika pergaulan bisnis. Etika pergaulan bisnis dapat meliputi beberapa hal antara lain adalah :

1. Hubungan antara bisnis dengan langganan / konsumen
Hubungan antara bisnis dengan langgananya merupakan hubungan yang paling banyak dilakukan, oleh karena itu bisnis haruslah menjaga etika pergaulanya secara baik. Adapun pergaulannya dengan langganan ini dapat disebut disini misalnya saja :

a. Kemasan yang berbeda-beda membuat konsumen sulit untuk membedakan atau mengadakan perbandingan harga terhadap produknya.
b. Bungkus atau kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya, sehingga produsen perlu menberikan penjelasan tentang isi serta kandungan atau zat-zat yang terdapat didalam produk itu.
c. Pemberian servis dan terutama garansi adalah merupakan tindakan yang sangat etis bagi suatu bisnis. Sangatlah tidak etis suatu bisnis yang menjual produknya yang ternyata jelek (busuk) atau tak layak dipakai tetap saja tidak mau mengganti produknya tersebut kepada pembelinya.

2. Hubungan dengan karyawan
Manajer yang pada umumnya selalu berpandangan untuk memajukan bisnisnya sering kali harus berurusan dengan etika pergaulan dengan karyawannya.Pergaulan bisnis dengan karyawan ini meliputi beberapa hal yakni : Penarikan (recruitment), Latihan (training), Promosi atau kenaikan pangkat, Tranfer, demosi (penurunan pangkat) maupun lay-off atau pemecatan / PHK ( pemutusan hubungan kerja). Didalam menarik tenaga kerja haruslah dijaga adanya penerimaan yang jujur sesuai dengan hasil seleksi yang telah dijalankan. Sering kali terjadi hasil seleksi tidak diperhatikan akan tetapi yang diterima adalah peserta atau calon yang berasal dari anggota keluarga sendiri. Disamping itu tidak jarang seorang manajer yang mencoba menaikan pangkat para karyawan dari generasi muda yang dianggapnya sangat potensial dalam rangka membawa organisasi menjadi lebih dinamis, tetapi hal tersebut mendapat protes keras dari karyawan dari generasi tua. Masalah lain lagi dan yang paling rawan adalah masalah pengeluaran karyawan atau dropout. Masalah DO atau PHK ini perlu mendapatkan perhatian ekstra dari para manajer karena hal ini menyangkut masalah tidak saja etik akan tetapi juga masalah kemanusian. Karyawan yang di PHK –kan tentu saja akan kehilangan mata pencahariannya yang menjadi tumpuan hidup dia bersama keluarganya.

3. Hubungan antar bisnis
Hubungan ini merupakan hubungan antara perusahaan yang satu dengan perusahan yang lain Hal ini bisa terjadi hubungn antara perusahaan dengan saingannya, dengan penyalurnya, dengan grosirnya, dengan pengecernya, agen tunggalnya maupun distributornya. Dalam kegiatan sehari-hari tentang hubungan tersebut sering terjadi benturan-benturan kepentingan antar kedunya. Dalam hubungan itu tidak jarang dituntut adanya etika pergaulan bisnis yang baik. Sebagai contoh sebuah penerbit yang ingin menyalurkan buku-buku terbitanya kepada para grosir yang bersedia membeli secara kontan dalam jumlah besar dan kontinyu dengan memperoleh potongan rabat yang sama dengan penyalur. Rencana ini menjadi kandas karena mendapat protes keras dari para penyalur-penyalurnya yang memandang tindakan penerbit tersebut akan sangat merugikan para penyalur sedangkan omset dari para penyalur sendiri dalam beberapa tahun tidak meningkat. Contoh lain adalah adanya perebutan tenaga kerja ahli atau manajer profesional oleh para pengusaha, persaingan harga yang saling menjatuhkan diantara bisnismen dan sebagainya.

4. Hubungan dengan Investor
Perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas dan terutama yang akan atau telah “go publik” harus menjaga pemberian informasi yang baik dan jujur dari bisnisnya kepada para insvestor atau calon investornya. Informasi yang tidak jujur akan menjerumuskan para investor untuk mengambil keputusan investasi yang keliru. Dalam hal ini perlu mandapat perhatian yang serius karena dewasa ini di Indonesia sedang mengalami lonjakan kegiatan pasar modal. Banyak permintaan dari para pengusaha yang ingin menjadi emiten yang akan menjual sahamnya kepada masyarakat. Dipihak lain masyarakat sendiri juga sangat berkeinginan untuk menanamkan uangnya dalam bentuk pembelian saham ataupun surat-surat berharga yang lain yang diemisi oleh perusahaan di pasar modal. Oleh karena itu masyarakat calon pemodal yang ingin membeli saham haruslah diberi informasi secara lengkap dan benar terhadap prospek perusahan yang go public tersebut. Jangan sampai terjadi adanya manipulasi atau penipuan terhadap informasi terhadap hal ini.

5. Hubungan dengan Lembaga-Lembaga Keuangan
Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan terutama jawatan pajak pada umumnya merupakan hubungan pergaulan yang bersifat finansial. Hubungan ini merupakan hubungn yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan yang berupa neraca dan laporan Rugi dan Laba misalnya. Laporan finansial tersebut haruslah disusun secara baik dan benar sehingga tidak terjadi kecendrungan kearah penggelapan pajak misalnya. Keadaan tersebut merupakan etika pergaulan bisnis yang tidak baik.
Pelaksanaan tangungjawab sosial suatu bisnis merupakan penerapan kepedulian bisnis terhadap lingkungan, baik lingkungan alam, teknologi, ekonomi, sosial, budaya,perintah maupun masyarakat Internasional. Bisnis yang menerapkan tanggung jawab sosial itu merupakan bisnis yang menjalankan etika bisnis, sedangkan bisnis yang tidak melaksanakan tanggung jawab sosial itu merupakan penerapan yang tidak etis. Penerapan etika bisnis ini murupakan penerapan dari konsep “ Stake Holder” sebagai pengganti dari konsep lama yaitu konsep “Stock Holder” . Pengusaha yang menerapkan konsep Stock Holder berusaha untuk mementingkan kepentingan para pemengang saham (Stockholder) saja, di mana para pemegang saham tentu saja akan mementingkan kepentinganya yaitu penghasilan yang tinggi baginya yaitu yang berupa deviden atau pembagian laba serta harga saham dipasar bursa. Dengan memperoleh deviden yang tinggi maka penghasilan mereka akan tinggi, sedangkan dengan naiknya nilai atau kurs saham akan merupakan kenaikan kekayaan yang dimilikinya yaitu sahamnya itu dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi. Pemenuhan kepentingan ataupun tuntutan dari para pemengan saham itu sering kali mengabaikan kepentingan – kepentingan pihak-pihak yang lain yang juga terlibat dalam kegiatan bisnis. Pihak lain yang terkait dalam kegiatan bisnis tidak hanya para pemegang saham saja akan tetapi masih banyak lagi seperti :
- Pekerja/ karyawan
- Konsumen
- Kreditur
- Lembaga-lembaga keuangan
- Pemerintah.
Pengusaha yang menjalankan bisnisnya dengan mengingat atau memperhatikan kepentingan pihak-pihak yang terkait dalam kegiatan bisnis yang tidak saja hanya mementingkan kepentingan pemegang saham saja merupakan pengusaha yang menerapkan konsep baru yang dikenal sebagai konsep “ Stakeholder”.

Sumber : http://andyhariman.blogspot.com/2010/01/pengertian-etika-bisnis.html
Sumber :

Selasa, 11 Oktober 2011

Tugas 4


 Perusahaan :
Ialah suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses produksi barang atau jasa. Hal ini disebabkan karena ‘ kebutuhan ‘ manusia tidak bisa digunakan secara langsung dan harus melewati sebuah ‘ proses ‘ di suatu tempat, sehingga inti dari perusahaan ialah ‘ tempat melakukan proses ‘ sampai bisa langsung digunakan oleh manusia.
Perusahaan merupakan kesatuan teknis yang bertujuan menghasilkan barang atau jasa. Perusahaan juga disebut tempat berlangsungnya proses produksi yang menggabungkan faktor – faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Perusahaan merupakan alat dari badan usaha untuk mencapai tujuan yaitu mencari keuntungan. Orang atau lembaga yang melakukan usaha pada perusahaan disebut pengusaha, para pengusaha berusaha dibidang usaha yang beragam.
Sumber : http://www.blogger.com/profile/03405311860976588869

1. Pengertian dari Tempat Perusahaan dan Letak Perusahaan :
a) Tempat Perusahaan
Tempat Perusahaan adalah suatu tempat di mana perusahaan itu malakukan kegiatan fisik/ tempat di mana kantor pusat perusahaan berada.
Sumber: http://fachrurrozyezy740.blogspot.com/2010/10/perusahaan-dan-lingkungan-perusahaan.html

Letak Perusahaan
Letak perusahaan adalah memposisikan suatu perusahaan pada tempat yang strategis (banyak peminatnya jika memposisikan perusahan tersebut di tengah-tengah era globalisasi) agar perusahaan itu akan sukses dan maju .


b) Perbedaan antara Tempat Perusahaan dan Letak Perusahaan
Tempat itu hanyalah menyediakan lahan/suatu tanah kosong yang akan di huni oleh suatu perusahaan, tetapi kalau letak berbeda kita bisa menetapkan suatu perusahaan dengan apa yang di butuhkan masyarakat di era sekarang agar kita tidak sia-sia mendirikan suatu perusahaan tersebut dan sukses di masa depannya .




c) Sebutkan nama contoh perusahaan dari kedua kata tersebut (Minimal 5)?

*Contoh berdasarkan Tempatnya :
1.Lokasi perusahaan yang ditetapkan pemerintahLokasi ini sudah ditetapkan dan tidak bisa seenaknya membangun perusahaan di luar lokasi yang telah ditentukan.
Contohnya adalah seperti kawasan industri cikarang, pulo gadung, dan lain sebagainya.

2.Lokasi perusahaan yang mengikuti sejarahLokasi perusahaan yang dipilih biasanya memiliki nilai sejarah tertentu yang dapat memberikan pengaruh pada kegiatan bisnis.
Misalnya seperti membangun perusahaan udang di cirebon yang merupakan kota udang atau membangun usaha pendidikan di yogyakarta yang telah terkenal sebagai kota pelajar.

3.Lokasi perusahaan yang mengikuti kondisi alamLokasi perusahaan yang tidak bisa dipilih-pilih karena sudah dipilihkan oleh alam.
Contoh : Tambang emas di cikotok, tambang aspal di buton, tambang gas alam di bontang kaltim, dan lain sebagainya.

4.Lokasi perusahaan yang mengikuti faktor-faktor ekonomiLokasi perusahaan jenis ini pemilihannya dipengaruhi oleh banyak faktor ekonomi seperti faktor ketersedian tenaga kerja, faktor kedekatan dengan pasar, ketersediaan bahan baku, dan lain-lain.

sumber :


*Contoh berdasarkan Letaknya :
1. Letak Perusahaan yang Terikat Pada Alam
Letak perusahaan ini sangat ditentukan oleh sumber-sumber alam, jadi tidak dapat ditentukan oleh manusia; misalkan, usaha pertanian dan pertambangan.
contoh : PT KARYA BUMI BRATAMA,JAMBI, PT ALDIRON PERKASA, PT LAUTAN HUTAN LESTARI

2. Letak Perusahaan Berdasarkan Sejarah
Letak perusahaan ini hanya dapat dijelaskan dengan adanya sejarah di lokasi itu. Misalkan kerjainan batik di daerah Surakarta dan Yogyakarta, hal ini disebabkan dulu seni membatik ini dimulai dari para wanita dalam Kraton di kedua kota itu.

3. Letak Perusahaan yang Ditetapkan oleh Pemerintah
Dalam hal ini pemerintahlah yang menentukan dimana perusahaan harus menjalankan aktivitasnya. Hal ini agar masyarakat di sekitar lokasi itu tidak merasa terganggu karena adanya perusahaan tersebut. Misalnya, pabrik senjata/amunisi, peternakan babi, dan pabrik obat-obatan.
contohnya : PT. PINDAD (Persero)

4. Letak Perusahaan yang Dipengaruhi oleh Faktor-faktor Ekonomi
Jenis perusahaan ini bersifat industri. Di sini ada bebarapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan letak perusahaan :
a. Dekat dengan bahan baku
Contoh : pabrik gula, pabrik semen.
b. Dekat dengan pasar
Di sini perusahaan sedekat mungkin dengan pasar atau konsumen.
Contoh : pabrik roti (Bakery), rumah makan dan juga perusahaan jasa seperti Bank/Asuransi
c. Dekat dengan pemasuk tenaga kerja
Bagi perusahaan yang banyak membutuhkan tenaga kerja bukan ahli, cenderung memperhatikan agar dekat dengan tenaga kerja tersebut.
Contoh : pabrik rokok, pabrik kembang gula.
d. Dekat dengan penyedia sumber tenaga/energi
Contoh : pabrik peleburan bijih besi, aluminium dan baja.
e. I k l i m
Suatu perusahaan seringkali membutuhkan adanya iklim dan pengaturan suhu udara yang tertentu.
Contoh : pabrik the, pemintalan kapas, industri jamur.
f. Ongkos Transport
Misalkan pabrik mobil, sangat membutuhkan lancarnya transportasi. Apabila jalan-jalan yang akan dilalui produk perusahaan ke konsumen sudah baik, maka diharapkan ongkos transportnya juga akan menjadi rendah.
g. Besarnya suplai modal
Perusahaan yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya, cenderung akan memilih tempat dimana penananman modal cukup besar disertai tingkat bunga yang cukup rendah.

Untuk masing-masing perusahaan, pengaruh tiap faktor adalah berbeda-beda. Hanya saja yang dianggap ideal untuk suatu lokasi perusahaan ialah tempat dimana semua biaya operasi perusahaan paling rendah. Dasar teori lokasi perusahaan : “Tempatkanlah pada titik geografis yang paling banyak memberikan kesempatan kepada perusahaan di dalam usaha mencapai tujuannya”. Jadi dengan kata lain, dicari titik lokasi yang paling ekonomis di segala sektor.


sumber :

Rabu, 05 Oktober 2011

Tugas 1 dan Tugas 2



1. Mengapa anda memilih jurusan akutansi ?
karena ada salah satu faktor yang saya inginkan di akutansi ialah menjadi seorang pajak yang handal dan beda dari yang lain ,di samping itu juga saya sangat senang sekali yang namanya berhitung seperti pelajaran matematika mungkin dengan saya suka dengan pelajaran tersebut saya dapat menguasai akutansi dengan baik karena pelajaran akutansi hampir semuanya berhitung dan insyallah saya bisa meraih prestasi di bidang akutansi ..

2. Mengapa anda harus belajar bisnis ?
karena belajar bisnis itu penting sekali jika kita tidak mengetahui tentang bisnis mungkin kita tidak akan tau bagaimana cara berniaga/berdagang ke masyarakat atau pun seluruh dunia dengan baik dan benar ,karena nabi Muhammad SAW bersabda bahwa orang yang sukses itu ialah orang yang berniaga/berdagang bukan menjadi pegawai ,maka untuk itu jika kita tidak mengetahui ilmu bisnis kita tidak bisa bersaing dengan orang lain dan kita akan tersingkirkan oleh yang lain ..