About

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Tugas Pengantar Komputer 1 B. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Pengantar Komputer 1 B. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2011

Perintah Eksternal pada sistem Operasi

Perintah eksternal (external command), yakni perintah-perintah yang tidak dimasukkan ke dalam COMMAND.COM, dan membutuhkan sebuah berkas yang dapat dieksekusi (berupa program DOS) yang harus terdapat dalam direktori aktif.cara jalaninnya klik Start -> All Program -> Accesories pilih Command Prompt atau juga bisa klik Start -> Run -> Ketikkan CMD lalu tekan Enter maka akan muncul jendela Command Prompt. Nah berikut penjelasan macam macam perintah eksternal.

Dinamakan Perintah Eksternal karena perintah ini tidak terdapat dalam file Command.com jadi perintah ini membutuhkan file lain yang dapat dieksekusi dan harus terdapat didalam direktori aktif. Contoh file atau perintah eksternal sering dinamakan file DOS seperti FORMAT.COM, ATTRIB.EXE, LABEL.EXE dll. Berikut penjelasan beberapa file ekternal yang sering dipakai, silahkan sobat praktikan sendiri.

1. FORMAT [drive] [parameter]
Untuk memformat disk. Menyiapkan media disk agar dapat dipakai untuk pengolahan data. Disk sebagai pengolahan data adalah tempat penyimpanan, pembacaan, penghapusan dan perbaikan data. Bila membeli flashdisk atau hard-disk baru, maka perlu di format dahulu supaya siap pakai. Bahkan adakalanya disk yang sudah ada datanya perlu diformat ulang dengan tujuan mengosongkan kembali. sepertinya semua orang juga pernah mengetahui hal ini.

Parameter yang disediakan:
/V<:label> = Menyertakan nama label identitas disk.
/Q = Format disk secara cepat, dengan syarat disk sudah pernah diformat standar DOS sebelumnya. Sebenarnya perintah ini tidak memformat semua isi disk, hanya memformat daerah tertentu pada disk, khususnya daerah informasi sistem seperti Boot Sector, FAT, dan Root directory.
/U = Memformat keseluruhan fisik disk.
/S = Mentransfer ( menyalin ) file sistem ke disk saat format selesai. Hal ini perlu dilakukan supaya disk tadi dapat untuk proses BOOT.

2. SYS [drive sumber] [drive tujuan]
Untuk mengcopy file sistem operasi DOS (IO.SYS, MSDOS.SYS) dan COMMAND.COM ke disk tujuan.

Parameter yang disediakan:
drive sumber = Letak file sistem operasi DOS berada
drive tujuan = Letak disk yang akan dicopikan file sistem operasi DOS

3. LABEL [drive:] [nama indetitas]
Untuk membuat, mengganti atau menghapus nama indentitas dari disk.

Parameter yang disediakan:
nama identitas = nama identitas dari disk, maksimal 11 karakter. Memakai huruf Alphabet, Numeric, karakter khusus seperti "_" (undescore), #. Tetapi harus didahului dengan huruf Alphabet.

4. CHKDSK [drive] [namafile] [parameter]
Untuk memeriksa dan melihat laporan tentang disk.

Parameter yang disediakan:
namafile File yang akan diperiksa untuk fragmentasi -nya.
/F = Perbaiki kalau ada kesalahan disk.
/V = Tampilkan namafile pada disk yang diperiksa.

5. ATTRIB [+/- parameter] [drive] [namafile] [/S]
Untuk menampilkan atau mengganti atribut file.

Parameter yang disediakan:
+ = Mengatur/menambahkan atribut.
- = Meniadakan/mengurangi atribut.
R = File bersifat hanya dapat dibaca saja. (Read Only)
A = File bersifat Dokumen biasa (Archive)
S = File bersifat sistem operasi (System)
H = File bersifat tersembunyi (Hidden)
/S = Proses dilakukan terhadap semua directori didalamnya, bila ada.

6. MOVE [parameter] [drive_sumber] nama_file1,.. drive_tujuan
MOVE [parameter] [drive_sumber] nama_directori_sumber nama_directori_hasil

Untuk memindahkan file. Parameter yang disediakan:
drive_sumber = Letak disket sumber untuk file yang akan dipindah
nama_file1,.. = Nama-nama file yang akan dipindah
drive_tujuan = Letak disket tujuan
nama_directori_sumber = Nama direktori sumber yang akan diganti namanya
nama_directori_hasil = Nama direktori yang diinginkan
/Y = Meniadakan konfirmasi untuk file atau direktori yang sudah ada pada lokasi tujuan.
/-Y = Menampilkan konfirmasi bila ada file atau direktori sudah ada pada lokasi tujuan.

7. XCOPY SUMBER [DESTINATION] [/Y|-Y] [/A|/M] [/D:DATE] [/P] [/S] [/E] [/V][/W]

Keterangan :
DESTINATION diisi dengan subdir letak file secara lengkap.
/Y = Untuk tidak menampilkan pesan jika terjadi penimpaan file.
/-Y = Untuk menampilkan pesan jika terjadi penimpaan file.
/A = Menyalin hanya pada file yang berattribut archieve(arsip).
/M = Menyalin file yang telah diberiattribute archieve. Switch ini berbeda dengan /A karena Switch /M = merubah attribute file asal.
/D = Date menyalin hanya file yang dimodifikasi pada tanggal yang telah dispesifikasikan.
/P = DigunakanagarMS-DOS menanyakan terlebih dahulu setiap aktifitas XCOPY.
/S = Menyalin suatu diraktori berikut seluruh file dan sub direktori didalamnya, kecuali direktori kosong.
/E = Digunakan bersama switch /S yang fungsinya untuk menyalin suatu direktori berikut sub-sub directory didalamnya termasuk direktori yang kosong.
/V = Untuk memeriksa setiap file yang disalinkan tersebut sama dengan file asal.
/W = DigunakanagarMS-DOS menampilkan pesan-pesan terlebih dahulu dan menanyakan tindakan selanjutnya,sebelum xccopy menyalin file-file tersebut.

8. MEM [parameter]
Dengan menampilkan informasi memori sistem, akan baik sekali untuk mengetahui besar ruang memori yang di perlukan suatu program yang akan ditempatkan pada memory.

Parameter yang digunakan
/C = Menampilkan status dari semua program yang ada dimemori konvensi onal (640Kb) dan di HMA (High Memory Area). Serta perincian memori terpakai serta sisa memori yang masih dapat dipakai.


Memori RAM dibagi menjadi bagian yang memiliki fungsi-fungsi tertentu.

Berikut Penjelasan Singkat Mengenai Sistem Memori :
Conventional Memory
Sering disebut dengan Memori Standar, memiliki ukuran dibawah 640 Kb. Dipakai untuk ruang aplikasi dari program yang diaktifkan. Baik itu program bersifat menetap ( resident ) atau tidak.

Upper Memory
Digunakan untuk program ROM BIOS, sistem peralatan seperti Video Card, Network Card, dan program driver ( device ). Atau Anda dapat menempatkan sistem operasi DOS pada Memori Atas dengan perintah DOS=UMB pada file CONFIG.SYS. ( UMB = Upper Memory Block ). Ukuran dari memori ini adalah 384 Kb. ( dari 1024-640 )

High Memory
Sistem operasi DOS dapat mengalokasikan memori ekstra berkisar 64K ( antara 1024-1088 ) untuk Memori Standar. Jadi memperluas ruang Memori Standar yang hanya dibawah 640 Kb. Memori ini hanya dapat tersedia untuk
komputer berbasis 80286 keatas. Kebanyakan program baru sekarang dapat mengakses lokasi memori ini, tetapi untuk program lama tidak dapat. Untuk membantu supaya dapat menjangkau lokasi ini, maka pakailah perintah LOADFIX pada file CONFIG.SYS.


Extended Memory
Memori yang lokasinya diatas 1 Mb, dan merupakan memori tambahan pada komputer Anda yang berbasis 80286 keatas. Ukurannya selalu diatas 1 Mb, seperti 2 Mb, 4 Mb, 8 Mb, 16 M dan seterusnya. Memori ini dinamakan Extended Memory ( EMS ), dan hanya dapat dipakai oleh DOS, bila mengaktifkan file HIMEM.SYS

Expanded Memory
Memori ini dibentuk dari Extended Memory dengan cara mensimulasikan. Hanya dapat disimulasikan kalau komputer Anda berbasis 80386 keatas. Memori ini hanya dapat dipakai oleh program-program aplikasi, dengan syarat program bertipe LIM EMS ( Lotus-Intel-Microsoft Expanded Memory Specifications ) telah terpasang pada sistem komputer Anda. Contoh program ini adalah EMM386 dan QEMM. Contoh program yang membutuhkan hal ini adalah program berbasis Windows


Sumber : http://sobatpc.com/seputar-perintah-internal-dan-external-dos/
http://naughtyric.blogspot.com/2011/01/perintah-eksternal-dos.html

Perintah Internal pada sistem Operasi

Perintah internal (internal command), yakni perintah-perintah yang telah dimasukkan ke dalam COMMAND.COM (interpreter perintah DOS), sehingga dapat langsung dieksekusi oleh kernel DOS, di mana saja.

Beberapa jenis perintah Internal :
1. BREAK : Mengeset pengecekan penekanan tombol Ctrl+C atau menggagalkannya.
2. CD atau CHDIR : Mengganti direktori aktif ke direktori lainnya yang ditentukan dalam parameter. Jika dijalankan tanpa parameter, maka perintah ini akan menampilkan lokasi di mana direktori aktif berada.
3. CHCP : Jika dijalankan tanpa parameter, perintah ini akan menampilkan code page (kumpulan karakter) dalam bentuk angka yang sedang digunakan. Perintah ini juga dapat digunakan untuk mengganti code page untuk semua perangkat yang mendukung pergantian kumpulan karakter.
4. CLS : Membersihkan layar dan menempatkan kursor pada pojok kiri layar. Perintah ini tidak memiliki parameter.
5. COPY : Menyalin satu atau beberapa berkas dari satu lokasi ke lokasi lainnya yang ditentukan. Perintah ini memiliki dua parameter, yakni parameter sumber berkas dan tujuan ke mana berkas akan disalin.
6. CTTY : Perintah ini akan mengganti perangkat terminal (terminal device/tty) yang digunakan untuk mengontrol komputer.
7. DATE : Perintah ini akan menampilkan tanggal saat ini. Perintah ini juga dapat mengeset tanggal komputer.
8. DEL atau ERASE : Menghapus berkas yang ditentukan dalam parameter. Parameter dapat berupa nama berkas atau beberapa nama berkas yang disusun menggunakan karakter wildcard.
9. DIR : Jika digunakan tanpa parameter, perintah ini dapat menampilkan daftar berkas-berkas dan subdirektori yang terdapat di dalam direktori aktif. Berkas ini memiliki satu parameter, yakni lokasi direktori di mana hendak menampilkan daftar isi direktori.
10. EXIT : Keluar dari shell COMMAND.COM sekunder dan kembali lagi kepada COMMAND.COM primer.
11. LH atau LOADHIGH : Memuat sebuah program ke upper memory block.
12. LOCK : Perintah ini mengizinkan akses langsung terhadap hard disk. Perintah ini hanya dimiliki oleh MS-DOS dalam Windows 95/98.
13. MKDIR atau MD : Membuat sebuah direktori dalam direktori aktif.
14. PATH : Menentukan di mana MS-DOS harus mencari berkas-berkas yang dapat dieksekusi sebagai program.
15. PROMPT : Mengubah tampilan command prompt MS-DOS.
16. RMDIR atau RD : Menghapus sebuah direktori kosong. Akan gagal bila direktori tersebut mengandung berkas atau subdirektori lainnya. Gunakan perintah eksternal DELTREE untuk menghapus total sebuah tree direktori.
17. REN atau RENAME : Mengubah nama sebuah atau beberapa berkas (dengan menggunakan karakter wildcard).
18. SET : Menampilkan, menghapus atau mengeset variabel-variabel lingkungan. Umumnya, perintah ini dimasukkan ke dalam berkas AUTOEXEC.BAT.
19. TIME : Menampilkan atau mengeset waktu saat ini.
20. TYPE : Menampilkan isi dari sebuah berkas (dalam bentuk teks) ke dalam standard output.
21. UNLOCK : Menonaktifkan akses hard disk secara langsung. Perintah ini hanya dimiliki oleh MS-DOS dalam Windows 95/98.
22. VER : Menampilkan versi sistem operasi yang digunakan.
23. VERIFY : Menyuruh sistem operasi agar melakukan verifikasi bahwa berkas-berkas yang ditulis ke dalam media penyimpanan telah sempurna ditulis, dan menampilkan status verifikasi. Perintah ini secara default dinyalakan oleh MS-DOS.
24. VOL : Menampilkan nama label dari sebuah volume atau partisi.


Sumber : http://sobatpc.com/seputar-perintah-internal-dan-external-dos/